Minggu, 08 Januari 2012

Antara Aku, Tanjakan Cihampelas, dan Anoa (Part II)

***

di pintu masuk kita sudah disuguhkan dengan beberapa tanaman mirp teh yang ada di kanan-kiri jalan menuju ke kebun binatang. Jalannya pun lebih mirip serodotan di water boom karena bentuknya yang menurun ke bawah. Dan beberapa meter kemudian, gue melihat motor-motor milik pengunjung yang terparkir rapi.

Sampai di bagian depan kebun binatang, gue melihat pohon beringin besar dengan kaca di sekelilingnya. dan tidak lupa sebuah poster Macan Tutul juga dilengkapi keterangan singkat di bagian samping. Ebuset, sejak kapan ya pohon beringin di depan Kebun Binatang Bandung jadi kandang macan? Perasaan terakhir kali gue ke sana…. Kandangnya masih tetanggaan sama kandang kucing raksasa lain (Harimau, Singa, dll)

Karena keheranan itu gue kedua bola mata melacak keberadaan macan tutul yang kayaknya lagi sembunyi di sekitaran kandang, soalnya gak kelihatan jelas.

“Mana? Mana? Mana macan tutulnya?!”

kemudian seorang ibu-ibu lantas menunjukan telunjuknya ke arah salah satu cabang pohon sambil teriak kencang dengan intonasi yang agak emosi, “itu neng, di sana! Ada ekornya!”

ya sudah bu kalem aja kenapa….

Abis itu gue, Hamster, dan Mencit keliling-keliling menikmati pesona kebun binatang. Mulai dari beruang madu yang item manis, yang gue fotoin, terus habis itu gue tag ke temen gue yaitu Lathifudin The Black-sweet in my class (sorry, it’s for jokes only :P), terus ke kandang kura-kura yang dikritik abis-abisan sama gue dan yang lain. Jadi ada satu kandang kura-kura. Nah, di dekat rumahnya tuh ada semacam kolam yang pinggirannya tuh dipagerin. Buset dah kalau dipagerin ngapain dibikin kolam?! Apa karena mereka kura-kura darat? Belum lagi tempurungnya kotor dan kura-kuranya cuma ada dua men! Dua!


beruangnya sedang nari tor-tor. yang dilingkari merah itulah wajah tempat teman gue di-tag


Hening

Oh, ya waktu kemarin entah kenapa gue lagi terobsesi sama yang namanya anoa. Jadi setiap ada hewan yang mirip, atau memang hanya asal menunjuk, gue langsung bilang dengan nada tinggi 8 oktaf-nya Ayu Ting-Ting, “Woy! Ada Anoa! Ada Anoa!”. Gue pernah baca di catetan temen gue di Facebook, kalau misalnya kita suka, tertarik, dan terobsesi sama seseorang, tetapi gak tau kenapa itulah yang dinamakan cinta.

Berarti gue jatuh cinta dengan… Anoa?

Yes, im fallin in love with Anoa.

Saking lamanya nggak ke kebun binatang, gue jadi merasa asing. Tempat-tempat yang dulunya jadi kandang hewan, sekarang sudah dialihkan letaknya ke lokasi yang agak sempit dan letaknya ada di bagian atas kebun binatang. Tetapi, hunian mereka selama di kebun binatang itu, terlihat menjadi lebih layak. Kalau dulu kandangnya cuma terbuat dari semen aja, sekarang sudah disulap seolah menjadi tempat yang pas untuk habitat mereka.

Di bagian belakang kebun binatang, tersimpan berbagai macam satwa jenis primata. Yang kebanyakan kerbatan dekat sama monyet. Terus ada tuh yang unik. Sebuah kandang kecil yang isinya adalah beberapa kalong atau kelelawar besar. Mereka sibuk gelantungan. ya iya lah, orang masih siang. Kebayang kalau saat malam, mereka mencari makan sambil berterbangan di kandang ukuran 15x15 meter itu.

Terus ada lagi sebuah museum yang unik. Menyimpan semacam awetan dari hewan-hewan gitu. Tetapi sayang, sekarang ditutup karena alasan yang gue nggak tahu apa sebabnya. Malah tepat dipinggir museum itu ada CFC (California Fried Chicken). Random banget.

Abis itu ada hewan Arapaima Gigas. Yaitu ikan yang ukurannya gedeee banget. Tetapi apacoba setelah gue dan yang lain melihat ke kandangnya? Sangat-sangat prihatin. Karena kolamnya itu buteeek sekale. Dasar kolamnya aja nggak kelihatan, gimana ikannya?!!

***

sudah bosan berkeliling akhirnya gue dan kedua rekan memutuskan untuk sekedar nyari adem di mall. Dam pusat perbelanjaan yang dipilih adalah Cihampelas Walk, atau anak gawls biasa menyebutnya Ciwalk.

Berubung jarak dari kebun binatang itu beberapa kilometer jauhnya, maka dengan sotoynya Mencit bersedia menunjukan jalan tercepat menuju ke sana dari kebun binatang.

Faktanya…

jalannya itu tuh sempit dan agak bercabang. Melewati pemukiman warga, dan ada juga jalan yang strukturnya naik-turun. Semakin kita dekat dengan lokasi, semakin curam tanjakannya. Gue yakin setelah pulang nanti badan gue bisa turun 3 kilo, dan betis semakin kencang.

Sampai di ciwalk, itu sudah bersyukur dan sesuatu banget. Kita langsung makan. Dan abis gitu photobox buat kenang-kenangan XD


gimana?? unyuuu kan? :3


“pulangnya naik angkot apa dari sini?”

“dari sini??? Kita ke kebun binatang lagi aja. Biar gak pusing naik angkotnya.”

JLEB.


But, thanks yoo my bestie! Udah bikin hari-hari pertama liburku terasa menyenangkan!

With hope




LANDAK

Selasa, 03 Januari 2012

Antara Aku, Tanjakan Cihampelas, dan Anoa (Part I)

Sekarang tujuan sebenarnya cuma pengen nyeritain pengalaman berikutya yang nggak kalah menarik. Yaitu

PERGI KE KEBUN BINATANG

*CAPEK JUGA NULIS JUDULNYA

sebenarnya ide awal ini tercetus dari salah seorang temen. Yang namanya nggak pengen disebut. Panggil temen gue ini dengan sebutan si Mencit. kamu tahu apa itu mencit? coba kamu pergi ke laboratourium... terus ambil sapu, dan pembersih kaca. kamu bersihkan ruangan laboratoriumnya. sehabis selesai, kamu tanyakan pada penjaga laboratorium di sekolahmu, hewan apa ya, yang sering digunakan untuk tiap eksperimen atau percobaan di laboratorium....

udah ketemu kan hewannya? yup, betul. tikus putih! kamu kecapean juga? oh jangan khawatir. namanya juga bersih-bersih. yang penting kamu sudah menabung poin-poin amal untuk di akhirat nanti, Amin Ya Allah O:-)

nah, Mencit ini punya ide tuh buat ngajakin gue (dalam kasus ini berperan sebagai Landak) dan rekan seper-gila gue, yaitu Hamster untuk pergi bertamasya, dikarenakan kita bertiga ini sama-sama menghabiskan waktu untuk ngebangke di rumah. yang jelas bepergian dengan biaya murah, tapi fun.

Mencit mengusulkan ide gilanya untuk pergi ke kebun binatang. gue merasa tertantang dong. secara, anak SMA (gawls) mana yang mau ke kebun binatang??? atau anak-Gahol-Twitter mana yang pengen berfoto sama Unta? atau mungkin anak-gaol-yang-suka-edit-foto-di-pixlr-o-matic mana yang pengen nontonin tapir ngegalau??? yang jelas, gue sepakat untuk ngajak mereka berdua ke kebun binatang. HARUS MAU!

ide itu lalu ditolak mentah-mentah oleh Hamster...

tetapi gak berapa lama kemudian, satu malam sebelum hari-H, si Mencit sms. bilang bakalan jadi tuh acaranya. beuh, bangga gue. padahal sebelum itu, gue mesti susah payah CONFRENCE SMS - sms dengan tiga orang sekaligus, tetapi ada satu orang yang akan jadi si pembawa pesan. confrence sms dengan Hamster dan Mencit emang susah. selain karena kepribadian masing-masing yang sayang pulsa, mereka lebih mempercayakan gue untuk ngirim pesan. dari Mencit ke Hamster, dari Hamster ke Mencit.

capek deh...

next, abis gitu gue disuruh ketemuan di perempatan Kiara Condong. kalau kamu anak gahol Cihampelas dan sekitarnya, pasti tahu Kiara Condong itu lokasi persisnya ada dimana. oke, habis gitu kita naik mobil mewah (baca: angkot) untuk pergi ke lokasi yang dituju. eh ternyata gak perlu gonta-ganti mobil angkot. kita cukup naik sekali dari perempatan. dengan menaiki angkot jurusan Panghegar - Dipatiukur, terus bilang ke supir angkutan umumnya, "turunin di kebun binatang", habis itu kita turun dari angkot dan tentu saja... bayar.

sebelum masuk, pasti harus bayar tiket di loket. nah, gue dan dua rekan yang lain langsung buka dompet masing-masing dan memberikan uangnya ke yang jaga loket. habis itu tiket dengan gambar iguana, berwarna hitam putih yang di bawahnya bertuliskan "Kebun Binatang Tamansari Bandung" kini sudah berada di tangan...

OOT: lanjut ke post berikutnya ya! petualangan "Trio Bully" diakhiri sampai di sini (bilang aja kepanjangan).

see yaaa!!! :-h