Hey untuk
siapapun di luar sana yang membaca posting gue berikutnya! Aih, udah lama gak
nulis dan ngulik lagi di blogquh T3C!nTaH. lagian terlalu pede banget kalau
post ini bakalan dibaca sama orang lain, sedangkan faktanya yang baca tiap
tulisan di sini tuh ya gue lagi, gue lagi. *ngusap-ngusap ingus*
Yayaya…
Gue sekarang berpikir. Ada satu orang temen gue yang
naksir sama seorang cowok di sekolah yang ternyata adalah kakak kelas di
sekolah. Beberapa bulan ke belakang, dia tuh akrab banget ama tuh cowok. Tapi
semuanya sudah kandas dan hilang begitu saja, karena cowok yang ditaksir temen
gue ini ternyata sudah jadian dengan cewek lain!
………
tapi nih, ya… temen gue tuh kelihatannya gampang
sekali untuk move on, atau gak mau terlalu larut dalam nuansa kegalauan.
Berusaha untuk melupakan dan tetap realistis untuk tetap sabar. Dan tentu saja…
menantikan.
Sebenarnya sekarang gue kesulitan buat move on.
Padahal dulu, waktu gue beneran sayang sama seorang cowok, dan semuanya itu
harus diakhiri dan hilang bagai ditiup debu, perasaan awalnya sulit. Tapi
lama-lama bisa sembuh dengan sendirinya.
Tapi kenapa sekarang masih terasa... sulit!?
Buat orang yang merasa susah-move-on kayak kasus
yang sekarang marak di kalangan para remaja, ikuti nasihat di bawah ini:
1. Batasi.
Maksudnya
apaan? Ya.. maksud gue batasi hubungan kalian dengan si mantan (baik kecengan
maupun… pacar) apalagi kalau dia sudah punya pengganti kita, yang kalau dilihat
dari profil Facebook cewe baru-nya pun, wow! Kita akan tersentak.
kata lain, kalau misalnya kalian merasa benci dan kurang suka dengan si mantan kalian
itu, bisa dengan mengurangi frekuensi hubungan kalian. Kalau misalnya sebelum
atau sesudah jadian kalian biasanya wtw atau RTRT-an sampai 32 kali, kurangi
jadi dua kali, sesekali atau bahkan, gak perlu sama sekali.
Kalau
mau hubungan kalian tetap membaik tapi perasaan kalian sama si mantan itu masih
diselimuti amarah, jangan coba buat remove apalagi block account jejaring
sosialnya! Sebagai pengalaman, gue pernah ngeblock acc Facebook mantan gue,
karena mungkin dia tau nama gue gak bisa nge-search, setelahnya gue kaget
ketika menemukan asking message di Tumblr yang isinya nanyain, kenapa akun dia
sampai diremove, dan bahkan ngajak gue untuk bermusuhan.
Kecuali kalau mantan kita tuh emang
kurang ajar banget dan kitanya emang udah gak sabaran, kalau gitu sih remove
atau block sekalian! Hahahaha!
2. Cari
rutinitas lain.
Yep, setelah kamu jaga jarak sama dia,
sekarang waktu yang tepat buat melengkapi ritual move-on kamu. Caranya?
Prirotaskan aktivitas atau rutinitas
lain. Seperti hobby, ngejahilin dan hang-out bareng lagi sama the besties, atau
yang paling sering kita lakukan adalah beribadah dan belajar.
Kalau dua kegiatan penting seperti
beribadah sama belajar itu digeluti dengan tekun, ulet, sabar, dan teliti,
Insya Allah, sedikit demi sedikit pasti bakalan kerasa deh, manfaat serta
pengaruhnya buat kita. Dan yang pasti bakal perlahan-lahan juga buat lupain
dia. Kayak waktu penghujung tahun, tepatnya pada dua tahun terakhir. Gue dapat
melewati fase melupakan dan dilupakan dengan berat pada awalnya namun lega di
saat terakhir.
Oh ya, waktu les beberapa pekan yang
lalu, guru kimia gue pernah bilang, “… orang yang pinter-pinter itu kebanyakan
belum pacaran.”
Otak gue segera berpikir… berarti orang
single itu… orang yang pintar layaknya cendikiawan.
Yes, single is pinter! Berbahagialah
untuk orang jomblo single!
Hahahaha!
*Rumus move on:
Single = Pinter
*NB:
sesudah saya punya pacar kelak, tulisan ini akan saya ganti. Mohon maklum
adanya.
3.
Cari pengganti!
Gue pernah baca di
sebuah forum kalau misalnya fenomena Move on, move on-an itu, akan 5 juta kali
lebih lengkap bila kita sudah menemukan pengganti dia. Tentu saja harus yang
lebih baik dan kalau bisa apa adanya.
Adanya mobil Ferrari,
adanya rumah mewah di cluster Anggrek Kota Baru Parahyangan, adanya Satria FU,
adanya TV plasma LG – 3D (Tanpa Kedipan - katanya), ada IPhone + IPod Touch 160 GB + IPad, punya kamera Canon slr eos 300 rebel 2000, dan berbehel.
Eh gak deng!
Maksudnya ya emang nyari yang lebih baik, soleh, rajin menabung, rajin solat,
rajin belajar, juara kelas, tidak sombong, taat dan hormat kepada orangtua dan
guru.
Bahkan
temen gue yang baru aja galaw itu ketika sudah menemukan pengganti, perlahan
namun pasti bakalan mengerti dengan keadaan dan terus maju melangkah ke depan
menyongsong kesuksesan yang menanti kita di sana, Amin...
Tuh, sekian dari saya Miss Simple yang paling
solehah + cantik + cerdas (single principals ya), untuk tips beserta
kreatifitas dan imajinasi saya yang berkembang sangat pesat sekali. Luar biasa.
Super sekali.
Salam super.
Selly S.
Unofficial name: Landak!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar