Aku menatapnya kaku
ini bercanda, kan?pertemuanku dengannya terjadi ketika itu. tidak lama, mungkin hanya beberapa hari ke belakang. seseorang itu menunggu di tempat yang bahkan jauh dari muka rumahku. ada satu-dua hal yang memungkinkan kami untuk melakukan pertemuan diam-diam semacam transaksi ganja ini. jauh satu hari sebelumnya seseorang itu mengingatkanku. bukan. bukan mengingatkanku seperti kala aku dan dia menjadi kita, tetapi suatu permintaan. seseorang itu ingin agar aku mengembalikan barang-barang pemberian miliknya (jika diberi seharusnya tak minta kembali. oke.). terdiri dari sebuah nametag dengan kartu UN SMP yang terselip diantaranya dengan sebuah CD berisi foto "Kita" di masa itu. sebelumnya mungkin orang itu telah mengingatkanku beberapa kali hingga tempo hari ia memintanya kembali, tetapi aku berusaha tak peduli. aku tahu aku tidak bertanggung jawab. tak peduli terhadapmu begitu juga sekitar. pantas kita bukanlah "Kita" yang dulu lagi. ini cukup jelas, walau hatiku tetaplah cemas. cemas karenanya.
aku pun takjub sekaligus antipati terhadap apa yang seseorang itu mau. kenyataannya telah kumusnahkan kartu itu, kugunakan nametag tersebut saat Ujian Sekolah hingga rusak, dan kunyatakan CD foto kami hilang setelah sekian lama seseorang itu berpaling dan tak mengharapkan aku dalam hatinya. well, menyakitkan. aku berusaha pergi dengan sisa tenaga yang ada dan menyembunyikan luka ini. sesekali (baca: kerap kali) aku menuliskan nama dan parahnya username twitter miliknya dan kuceritakan pada dunia siapa sebenarnya sosok wanita yang dia kagumi akhir-akhir ini. tentu kalian dapat menebaknya, karena jelas wanita itu bukan aku.
seharusnya aku lebih berhati-hati. mengapa? karena seseorang yang satu itu mulai melirik timeline twitter pribadiku. ketika mengirimkan sms pun dia mengatakan padaku lagu yang kudengarkan dengan aplikasi Path secara otomatis tertulis dengan jelas sekali di timeline twitter kepunyaanku. kemarin pun aku mengira dia melakukan hal yang sama dengan membalas sindiranku. tak mungkin dia menjawab kalau tidak melihat apa yang kutulis di twitter sana. harapannya sangat besar mungkin terhadapku. seperti kata-katanya yg terlihat cukup menyenangkan untuk kubaca melalui pesan singkat. apalagi semenjak ia mengatakan bahwa dirinya cinta kepadaku. iya, C-I-N-T-A.
tapi.........
kurasa itu tidaklah nyata. semu. hanya terasa nyata bila dikatakan pada orang yang tepat. kurasa itu BUKAN aku. sekali lagi, itu BUKAN aku.
keesokan hari yang kunanti. pukul 15.00 di spot yang telah disepakati sebelumnya. tetapi baru satu jam kemudian ia tiba lantaran ban motor yang bocor dan harus ditambal terlebih dahulu. sigh, waiting again. waiting for nothing.
at least, he's come! with disappointed feeling....
akhirnya ia meminta apa yang selama ini ia ingin renggut dariku. bahkan seseorang itu mengira ponsel yang sengaja kuggenggam di depan tulang punggungku itu adalah benda kesayangan (atau mungkin tidak lagi) yang seharusnya ada di tangannya saat itu. bahkan ia mengetahui bahwa kartu UN SMP itu aku robek. kujelaskan berbagai argumentasi sampai ku berkata, "Untuk apa diambil CDnya? Isinya nggak penting."
aku hanya ingin mengembalikan benda, tetapi selain itu. itu sebabnya aku tak mau jujur. mengakui yang menyakitkan
setelahnya ia pergi meninggalkanku. dengan luka seperti aku.
tak lama ia mengirimkan pesan padaku. dari situ muncul pengakuan bahwa sebenarnya sudah tak penting lagi di mataku terhadapnya. menurutku seseorang itu salah. justru sebaliknya. aku mengatakan bahwa dirinya tak tahu apa-apa.
bagaimana tentang barang-barang tersebut? yep orang itu berkata di sela-sela kami berkirim pesan agar aku menjaganya baik-baik, apabila kutemukan CD foto miliknya.
tunggu, tunggu...
apa asyiknya menatap foto mantan? apa asyiknya melihat wajah orang yang telah menyakitimu? itu takkan merubah apapun!
aku telah menulis kalimat itu di twitter dan seseorang itu tak membacanya.
setelah kutanya, kalian tahu apa yang dijawab olehnya? dia merasa bahagia. bahagia menatap fotoku dengannnya.
foto kami malah disimpan di ponsel miliknya dengan resolusi yang hancur parah. aku masih tidak mengerti.
apakah kita akan merasa bahagia ketika menatap seseorang padahal jelas-jelas kamu mencintai orang lain?
***
sudah beberapa hari terlewatkan olehku. baru kusadari sekarang memasuki bulan Agustus. perkuliahan dengan segala dunianya menantikanku. tugas ospek yang menyebalkan ini hanya sebagian dari penderitaanku yang akan terasa.
feeling blue...
kertas dengan corak gambar pemberian temanku yang harus dicetak demi tugas ospek itu. setelah bermacet-macet ria di luar sana, merasakan teriknya sore menjelang siang di bulan puasa, barulah aku menginjakan kaki ke rumah dan menggunting salah satu gambar yang kuperlukan. perekat yang kubeli lantas habis untuk menempelkan kertas-kertas lain hari kemarin. sial!
terpikir untuk mencari doubletape. aku pernah membelinya di toko langganan tempat aku biasa membeli alat tulis, terutama menjelang ospek semacam ini. tapi? kulihat tidak ada di sekitar. kususuri setiap bagian di meja belajar hingga di suatu celah kutemukan sebuah CD foto. aku tak langsung beranggapan ini CD milik seseorang itu sampai aku terkejut melihat isinya di PC.
Astagfirullah... ini benar miliknya.
feeling blue...
kertas dengan corak gambar pemberian temanku yang harus dicetak demi tugas ospek itu. setelah bermacet-macet ria di luar sana, merasakan teriknya sore menjelang siang di bulan puasa, barulah aku menginjakan kaki ke rumah dan menggunting salah satu gambar yang kuperlukan. perekat yang kubeli lantas habis untuk menempelkan kertas-kertas lain hari kemarin. sial!
terpikir untuk mencari doubletape. aku pernah membelinya di toko langganan tempat aku biasa membeli alat tulis, terutama menjelang ospek semacam ini. tapi? kulihat tidak ada di sekitar. kususuri setiap bagian di meja belajar hingga di suatu celah kutemukan sebuah CD foto. aku tak langsung beranggapan ini CD milik seseorang itu sampai aku terkejut melihat isinya di PC.
Astagfirullah... ini benar miliknya.
hingga suatu saat aku menuliskan tweet lagi tentang seberapa penting orang itu untukku dan harapanku agar dia cepat berpacaran dengan sosok-wanita-idaman-di-sebrang-pulau-itu (iyep. you know what I'm feeling if you want to let someone you loved so much have another hapinness with another person). kau tahu apa yang terjadi? dia membaca timeline dan menanyakan seberapa penting orang itu di mataku. lagi-lagi aku menjelaskan apa yang seharusnya ku katakan namun aku tak menginginkannya pula hingga berakhir dengan kata, "Terima Kasih, Sel." yang dilontarkan olehnya. dan kukatakan padanya bahwa aku telah menemukan CD foto itu sesuai apa yang pernah ia kira sebelumnya.
suatu saat seseorang itu akan mengambilnya apabila kutemukan...
kini ku temukannya...
dua hati yang telah remuk, tak berbentuk...
suatu saat seseorang itu akan mengambilnya apabila kutemukan...
kini ku temukannya...
dua hati yang telah remuk, tak berbentuk...
Demi Sekeping Memori
Tidak ada komentar:
Posting Komentar