sebenarnya musim hujan ini gue ngerasa aneh sama kamar mandi di rumah gue. berhubung suasana segala sesuatunya terasa baaaaaaaaruuuuuu banget buat gue, makanya gue nyesuain. seperti misalnya setiap malem nih ya, gue masuk kamar mandi. eh, sebenarnya sih waktu tengah malem. yaps! tengah malem. terus tuh ya, kan gue masuk tuh. tahu nggak apa yang terjadi?
AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
Anjrit! ada kecoa, men! KECOA! dih geli gua! pertama kali lihatnya sih masih nangkring deket ember kecil gitu. waktu gue geser tuh ember pake sapu, eh malah kecoanya masuk ke ember. numpung di embernya ada air gitu, gua malah tambahin air plus gua kasih sabun cair. alhasil dalam waktu lima belas menit trakeanya udah terisi sama larutan sabun HAHAHA.
udah selesai? belom!
derita berikutnya nggak kalah heboh! jadi ceritanya di lain hari gue masuk kamar mandi lagi tengah malem. terus gue tengok ke atas, SET! tiba-tiba... TUH KECOA KAMPRET NANGKRING DI POJOKAN LANGIT-LANGIT KAMAR MANDI GUE! paraaaaaaaahhhhh dan pasraaaaaaaaaaaaahhhh akhirnya gue beraktifitas di kamar mandi itu sambil terus melototin kecoanya (barangkali terbang) dan ternyata Alhamdulillah tidak terbang, ayey! ^^
yang ketiga kasusnya agak bikin risih juga. tahu kan shower di samping kloset itu? nah, KECOA tuh malah anteng diem di balik shower. jadi sambil melakukan sesuatu gue sesekali tengok ke belakang. liatin kalau tuh kecoa bergerak (takutnya terbang lagi). Alhamdulillah, semua baik-baik saja.
sebenarnya ada beberapa cockroach case (sebenarnya itu apaan, gue juga nggak tahu), tapi yang mau gue bagi soal kecoa-kecoaan ini mungkin hanya segitu kali yah.
lantas apa itu kecoa?
mulai dari klasifikasinya dulu ya ^^ kita gunakan spesies kecoa pada umumnya yaitu Periplaneta americana
Kingdom Animalia
Fillum Arthropoda
Kelas Insecta
Ordo Blattodea
Famili Blattidae
Genus Periplaneta
Spesies Periplaneta americana
(Linnaeus, 1758)
*Sumber: Wikipedia , dan modul Praktikum Biologi Dasar temen saya
jadi itulah klasifikasinya. well, kecoa ini jadi merupakan serangga seperti kita ketahui dari kelasnya, insecta. merupakan ordo Blattodea. terserbar hampir di seluruh dunia, kecuali di kutub ._. spesies dari taksonomi yang saya temukan di atas, hewan ini termasuk hewan yang lebih familiar dengan panjang kurang lebih 3 cm. ciri-ciri hewan ini antara lain tubuh pipih, kepala tersembunyi di bawah pronotumya yang melebar, berwarna coklat, memiliki sepasang antene panjang, kakinya memiliki duri-duri
siklus hidup kecoa
Gambar 1.1 Siklus Hidup Kecoa. Sumber Gambar
terbilang metamorfosis yang gak rumit dan simpel. jadi mulai dari kecoa kawin, terus entar sel sperma dan sel ovum menyatu, habis gitu dihasilkan telur. dari telur ini menetas dan menjadi nimfa yaitu keturunan yang tring! mirip banget sama induknya. bedanya... yang keturunannya tuh memiliki sayap yang belum sama persis dengan yang dimiliki induknya. betina memiliki kantung untuk menyimpan telur, disebut kantung telur (ootheca) yang digendong di ujung abdomennya. untuk spesies yang telah disebutkan tadi taksonominya, sanggup bertelur sebanyak kurang lebih 700 butir telur per tahun.
dalam tubuh kecoa terdapat interaksi yang menguntungkan (simbiosis mutualisme) yaitu antara organisme simbion berupa bakteroid yang hidup nyaman di mycetocytes di dalam jaringan lemak tubuh, dan mereka terikat saling menguntungkan. bakteri akan memperoleh perlindungan dari kecoa sekaligus memberi vitamin yang dibutuhkan oleh kecoa. misalnya Blattabacterium (udah kelihatan dari namanya sih -_-) menghuni badan lemak genus Cryptocercus.
Bagi manusia, TERUTAMA BAGI SAYA, kecoa merupakan SERANGGA BERBAHAYA! karena beberapa spesies diantaranya dapat menularkan penyakit. seperti Kecoa Jerman (Blattela germanica) dan juga satu lagi Kecoa Asia (Blattella asahinai) sebagai patogen dalam penularan Toxoplasma gondii. tak hanya itu, kecoa juga membawa Salmonella dan E. coli yang mencemari makanan, sehingga menyebabkan keracunan serta diare.
cara pengendaliannya? mudah gunakan saja pestisida. walaupun sebenarnya kecoa ini sangat mudah sekali menyesuaikan kelangsungan hidupnya di berbagai lingkungan. teknik pencegahan sih ya cukup dengan menjaga kebersihan ruangan, dan juga kelembapan udara. karena gue baru tahu kalau kelembapan udara dapat memikat kecoa. mentimun, potongan jeruk lemon, dan daun salam mungkin bisa jadi alternatif... dari artikel yang gue baca saat menulis blog ini. padahal sih kalau lihat kecoa bawaannya pengen langsung bejek-bejek aja. gak musti lari-lari ke warung atau arboretum buat nyari daun salam, mentimun, atau potongan lemonnya sekalian, zzzzz......
anyway, gue baru tahu lagi, guys, kalau ternyata kecoa punya peran sebagai pengurai atau dalam spektrum ekologi disebutnya Dekomposer.
hm... jadi tahu lebih banyak soal kecoa nih. hehehe... terima kasih sudah mau mendengarkan curhatan gue juga yaks. HAHAHA.
ini ada salam dari...
Gambar 1.2 anjrit! pingin gua closetab nih! geliiiiiiiiiiiiiii. Sumber Gambar
SUMBER:


Tidak ada komentar:
Posting Komentar